3.Bahasa Indonesia

Pengertian Teks Laporan Percobaan

Teks laporan percobaan adalah teks yang berisi paparan tentang tujuan, proses, dan hasil percobaan. Teks laporan percobaan merupakan teks yang menceritakan tentang percobaan yang dilakukan oleh peneliti.

Teks laporan percobaan umumnya digunakan untuk melaporkan hasil percobaan, karya ilmiah, atau laporan praktikum. Tujuan teks laporan hasil percobaan adalah untuk memberikan informasi kepada pembaca tentang hasil percobaan yang telah dibuat. Teks laporan hasil percobaan bersifat umum atau universal.

Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Percobaan

Dibawah ini merupakan beberapa ciri-ciri teks laporan hasil percobaan.

  • Melaporkan hasil percobaan.
  • Percobaan ilmiah dilakukan guna menguji sesuatu.
  • Teks laporan percobaan diawali dengan memaparkan tujuan percobaan.
  • Memaparkan bahan dan alat yang diperlukan untuk melasanakan percobaan.
  • Memaparkan prosedur melaksanakan percobaan dan melakukan pengamatan.
  • Memaparkan pencatatan hasil percobaan.
  • Diakhir laporan diaparkan simpulan hasil percobaan berdasarkan hasil analisis terhadap data hasil pengamatan.

Struktur Isi Teks Laporan Percobaan

Dibawah ini merupakan struktur teks laporan percobaan.

  • Judul.
  • Tujuan.
  • Bahan dan alat.
  • Langkah-langkah kegiatan.
  • Hasil percobaan.
  • Simpulan.

Cara Membuat Teks Laporan Percobaan

Cara membuat teks laporan percobaan adalah :

Menulis Struktur Teks Laporan Percobaan

Langkah pertama membuat teks laporan percobaan adalah membuat struktur teks laporan percobaan terlebih dahulu. Langkah ini dapat dimulai dari menulis judul. tujuan percobaan, alat dan bahan yang digunakan, dan langkah awal hingga akhir percobaan.

Kemudian, tulislah hasil percobaan dalam bentuk tabel, grafik, bagan atau gambar supaya pembaca lebih mudah untuk memahami hasilnya. Setelah semuanya selesai, tulislah kesimpulan dari percobaan yang telah dilakukan.

Mengembangkan Kerangka Menjadi Sebuah Teks

Setelah menyelesaikan kerangka tadi, kemudian kembangkanlah menjadi sebuah teks. Jangan lupa juga untuk memerhatikan kaidah kebahasaannya yang digunakan supaya teks percobaan mudah dipahami oleh pembaca.

Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Percobaan

Dibawah ini merupakan kaidah kebahasaan teks laporan percobaan.

Menggunakan Sinonim dan Antonim

Umumnya pada teks laporan percobaan terdapat kata yang bersinonim dan kata yang berantonim. Sinonim merupakan persamaan kata, sedangkan antonim merupakan lawan kata. Pada teks laporan percobaan, sinonim dan antonim biasanya terdapat pada bagian langkah-langkan percobaan.

Menggunakan Kata Bilangan

Kata bilangan pada teks laporan percobaan menunjukan jumlah bahan yang digunakan dalam percobaan.

Menggunakan Kalimat Perintah

Contoh kalimat perintah pada teks laporan percobaan diantaranya adalah siapkan, aduklah, hindari, tambahkan, tuangkan, sebaiknya, cmpurkan, dan lain sebagainya.

Menggunakan Kata Hubung

Selain menggunakan kata perintah, teks laporan percobaan juga menggunakan kata hubung. Cotoh kata hubung dalam teks laporan percobaan diantaranya adalah dan, tetapi, apabila, saat, jika, sehingga, meskipun, dan lainnya.

Fungsi teks laporan percobaan:

  1. Merupakan sumber informasi.
  2. Untuk mengetahui kemajuan suatu permasalahan.
  3. Dapat menemukan teknik baru.
  4. Melaporkan hasil kegiatan yang telah di lakukan.
  5. Sebagai pemecah suatu masalah.

Pengertian Pidato Persuasif, Tujuan, Struktur, dan Contoh Pidato Persuasif

Pengertian Pidato Persuasif

Pidato persuasif adalah jenis pidato yang bertujuan untuk menarik perhatian para pendengar, memengaruhi, serta bersifat mengajak atau membujuk para pendengar agar mereka menjadi yakin dan mau mengambil tindakan bahkan melakukan sesuai dengan tujuan pidato tersebut. Isi pidato persuasif harus berlandaskan pada argumentasi yang nalar, logis, masuk akal, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pidato persuasif bersifat mengajak dan menghimbau kepada masyarakat untuk melakukan hal yang bermanfaat bagi kehidupan. Pidato persuasif merupakan salah satu cara efektif guna menggerakan masyarakat untuk berbuat yang lebih baik dan lebih kreatif. Seringkali pada event-event tertentu kita banyak menemui pidato persuasif yang di lakukan kepada khalayak.

Biasanya orang yang berpidato menyelipkan lelucon atau kata-kata lucu kepada audiens agar tidak merasa bosan mendengarnya. Dengan begitu informasi menjadi cair dan dapat mudah diterima oleh audiens.

Tujuan Pidato Persuasif

Pidato persuasif bertujuan penguatan tanggapan, pembentukan tanggapan, dan pengubahan tanggapan.

Struktur Pidato Persuasif

Dibawah ini merupakan struktur atau kerangka pidato persuasif.

  • Salam pembukaan.
  • Pendahuluan. Pendahuluan berisi gambaran dari isi pidato tersebut.
  • Isi pidato. Isi pidato meliputi maksud dan tujuan, rencana, sasaran, dan tindakan atau langkah-langkah.
  • Penutup. Penutup berisi kesimpulan, harapan, dan salam penutup.

Contoh Pidato Persuasif

Dibawah ini merupakan contoh pidato persuasif.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang senantisa melimpahkan rahmatnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul di sini, di gedung ini dengan keadaan sehat wa-afiat. Yang kedua tidak lupa sholawat dan salam yang senantiasa kita haturkan kepada junjungan kita Nabi Agung Muhammad SAW yang kita nanti-nantikan syafaatnya di hari akhir nanti.
Yang saya hormati para petinggi perusahaan Anak Muda Kreatif
yang saya hormati para peserta Seminar Pengembangan Pemuda Menjadi Pribadi Pengusaha.

Dan saya mengucapkan banyak terimakasih bagi panitia yang telah mempersiapkan ini dengan baik dan lancar.
Sebelum kita membahasnya lebih jauh, pernahkah kita menyadari bahwa betapa banyak pengusaha-pengusaha sukses yang meniti karir kehidupannya mulai dari nol besar. Mereka-mereka adalah kebanyakan yang mempunyai latar belakang orang susah atau orang tidak mampu namun mempunyai mimpi yang begitu besar. Kebanyakan kisah dari pengusaha-pengusaha besar yang sukses mereka yang mempunyai latar belakang pendidikan sekolah yang tidak terlalu tinggi, lususan SD misalnya. Seperti kisahnya Pak Kusrin dari Karanganyar Jawa Tengah yang sukses membuat tv dan usahanya berkembang sampai ke skala nasional adalah seorang lulusan SD yang mempunyai etos kerja dan semangat juang yang sangat tinggi mampu mewujudkan cita-citanya.

Pendidikan yang tinggi tidak menjamin kita akan mendapat pekerjaan yang baik dan menjanjikan untuk memenuhi kebutuhan jika kita tidak pernah beranjak dari mimipin kita yang tidak pernah kita wujudkan.

Kebanyakan pengusaha-pengusaha yang telah berhasil malah memperkerjakan orang-orang memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi. Jadi, pada intinya, kita yang berjiwa muda mempunyai kesempatan yang selebar-selebarnya untuk mewujudkan mimpi-mimpi kita. Masih cukup banyak waktu untuk berusaha sebaik mungkin dalam mewujudkan apa yang kita cita-citakan. Kita sebagai generasi muda harus mempunyai cara berfikir yang visioner, yakni mampu melihat peluang dimasa depan dan mampu memanfaatkan peluang tersebut. Disini saya bukan berarti melarang anda untuk menempuh pendidikan yang setinggi-tingginya. Kan tetapi kita semua harus mempunyai jiwa-jiwa pengusaha sehingga nantinya dapat diandalkan untuk mengangkat perekonomian Indonesia yang lebih baik.

Remaja-remaja yang saat ini sedang mencari dan membentuk jati dirinya harus mempunyai sudut pandang yang lebih baik mengenai kehidupan. Khususnya dalam membangun perekonomiannya sediri, terlebih dapat bermanfaat dan memajukan perekonomian bangsa. Salah satu caranya adalah pembekalan dan pelatihan berwira usaha sehingga nantinya dapat menumbuhkan benih-benih pemuda berjiwa interpreneur. Hal ini penting, karena salah satu unsur pokok penunjang kehidupan adalah perekonomian. Marilah para pemuda dan pemudi generasi penerus bangsa teruslah bergerak, berfikir kreatif dan inovatif dan jangan pernah ragu untuk mencoba. Jangan takut gagal, karena orang-orang yang sukses bermuloa dari kegagalan-kegagalan yang mewarnai prosesnya menuju suatu kesuksesan.

Jika kita mampu bergerak dan mengalahkan diri sendiri, segalanya menjadi mungkin. Sebenarnya yang membatasi kemampuan kita adalah pikiran kita sendiri. Kemampuan berfikir manusia itu tidak terbatas, kita sendiri yang kadang membatasi pemikiran-pemikiran kita tersebut. Kita harus menjadi jiwa muda yang mempunyai pengaruh-pengaruh yang baik bagi generasi-generasi yang akan datang.

Sekian yang dapat saya sampaikan dalam sambutan pada acara seminar kali ini, pada penutupan kali ini saya hendak menegaskan sekali lagi, kita harus menjadi pemuda yang selalu memupuk semangat untuk menjadi generasi wirausaha. Semoga apa yang saya katakan dan saya ungkapkan bermanfaat bagi anda semua, dan mohon maaf atas semua kesalahan.

Pengertian Cerpen: Struktur, Ciri-Ciri, dan Unsur-Unsur Cerpen

Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa arti cerpen, kita dapat merujuk pendapat para ahli. Berikut ini adalah pengertian cerpen menurut para ahli:

1. Sumardjo dan Saini

Menurut Sumardjo dan Saini, pengertian cerpen adalah cerita fiktif atau tidak benar-benar terjadi akan tetapi bisa saja terjadi kapanpun dan dimanapun yang mana ceritanya relatif pendek.

2. Nugroho Notosusanto

Menurut Nugroho Notosusanto, pengertian cerpen adalah cerita yang panjangnya berkisar 5000 kata atau kira-kira 17 halaman kuarto spasi, dimana isinya terpusat dan lengkap pada dirinya sendiri.

3. H. B. Jassin

Menurut B. Jassin, arti cerpen adalah sebuah cerita singkat yang harus memiliki bagian terpenting yakni perkenalan, pertikaian dan penyelesaian.

4. Saini

Menurut Saini, arti cerpen adalah cerita pendek fiksi atau tidak benar-benar terjadi, tetapi bisa terjadi kapan saja dan dimana saja dimana cerita ini relatif singkat.

5. A. Bakar Hamid

Menurut A. Bakar Hamid, cerpen atau cerita pendek seharusnya dilihat dari kuantitas kata yang digunakan, yaitu antara 500 hingga 20.000 kata, terdapat plot, terdapat satu karakter, dan adanya kesan.

Baca juga: Pengertian Novel

Struktur Cerpen

Di dalam Cerpen terdapat 6 elemen penting yang membangun teks cerita pendek tersebut sehingga membentuk suatu cerita yang utuh. Berikut ini adalah struktur cerpen tersebut:

1. Abstrak

Abstrak adalah ringkasan atau inti dari cerpen dan merupakan gambaran awal suatu cerita. Unsur abstrak sifatnya opsional, dengan kata lain suatu cerpen boleh saja tidak menggunakan abstrak.

2. Orientasi

Orientasi adalah hal-hal yang berhubungan dengan waktu, suasana, dan tempat yang ada di dalam cerita pendek.

3. Komplikasi

Komplikasi adalah urutan berbagai kejadian yang dihubungkan berdasarkan sebab-akibat. Kita dapat melihat watak atau karakter suatu toko dalam cerpen pada struktur ini.

4. Evaluasi

Evaluasi adalah struktur konflik yang terjadi dan mengarah pada klimaks, serta mulai menemukan solusi atau penyelesaian atas konflik tersebut.

5. Resolusi

Pada bagian ini si pembuat cerpen akan menjelaskan solusi atau penyelesaian atas masalah yang dialami oleh tokoh di dalam cerpen.

6. Koda

Koda adalah nilai moril atau pelajaran yang bisa didapatkan oleh pembaca cerpen.

Baca juga: Pengertian Monolog

Ciri-Ciri Cerpen

Sebenarnya sangat mudah untuk mengenali sebuah cerpen, yaitu melalui karakteristiknya. Berikut ini adalah ciri-ciri cerpen pada umumnya:

  • Jumlah kata di dalam cerpen kurang dari 10.000 kata.
  • Isi cerpen bersifat fiktif/ fiksi.
  • Hanya terdapat satu alur saja (alur tunggal).
  • Bentuk tulisannya singkat, atau lebih singkat dari Novel.
  • Isi cerpen umumnya diangkat dari kejadian sehari-hari.
  • Biasanya cerpen menggunakan kata-kata yang mudah dimengerti oleh pembaca.
  • Bentuk penokohan di dalam cerpen sangat sederhana.
  • Cerita pendek dapat meninggalkan kesan dan pesan mendalam sehingga pembaca ikut merasakan isi cerpen tersebut.

Jadi, jika kamu menemukan sebuah karya sastra namun tidak memenuhi beberapa ciri-ciri yang disebutkan di atas, maka karya sastra tersebut bukanlah sebuah cerpen.

Unsur-Unsur Cerpen

Secara Umum, terdapat dua unsur penting di dalam suatu cerita pendek, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Berikut penjelasan singkatnya:

1. Unsur Intrinsik

Unsur intrinsik cerpen adalah unsur pembentuk cerpen yang berasal dari dalam cerpen itu sendiri. Beberapa hal yang termasuk di dalam unsur instrinsik adalah:

  • Tema, yaitu gagasan utama di dalam suatu cerpen.
  • Alur/ Plot, yaitu jalan cerita di dalam cerpen.
  • Latar/ Setting, yaitu berhubungan dengan dengan tempat, waktu, dan suasana di dalam cerpen.
  • Tokoh, yaitu pelaku di dalam cerpen.
  • Penokohan, yaitu pemberian sifat dan watak tokoh dalam cerpen.
  • Sudut Pandang, yaitu cara padang penulis cerpen dalam melihat peristiwa di dalam cerpen.
  • Gaya Bahasa, yaitu cara penulis menyampaikan cerita di dalam cerpen. Misalnya menggunakan diksi dan majas.
  • Amanat/ Pesan, pesan moral yang ingin disampaikan penulis cerpen kepada pembaca atau pendengar.

2. Unsur Ekstrinsik

Unsur ekstrinsik cerpen adalah unsur pembentuk cerpen yang berasal dari luar. Beberapa yang termasuk di dalam unsur ekstrinsik adalah:

  • Latar Belakang Masyarakat, yaitu hal-hal yang mempengaruhi alur cerita dalam cerpen, misalnya; ideologi, kondisi politik, sosial, dan ekonomi masyarakat.
  • Latar Belakang Pengarang, yaitu hal-hal yang berhubungan dengan pemahaman dan motivasi penulis cerpen dalam membuat tulisannya, misalnya; aliran sastra, kondisi psikologis, biografi.
  • Nilai yang Terkandung dalam Cerpen, yaitu nilai-nilai yang terdapat di dalam suatu cerpen (nilai agama, sosial, budaya, moral).

Fungsi Sastra Dalam Cerpen

Beberapa fungsi sastra di dalam cerpen tersebut adalah:

  1. Fungsi Rekreatif, yaitu fungsi cerpen yang dapat membuat pembaca merasa senang, gembira, dan terhibur.
  2. Fungsi Didaktif, yaitu fungsi cerpen yang dapat mendidik dan mengarahkan pembaca melalui nilai-nilai kebenaran di dalam cerpen.
  3. Fungsi Estetis, yaitu fungsi cerpen yang memberikan keindahan kepada pembacanya.
  4. Fungsi Moralitas, yaitu fungsi cerpen yang memberikan nilai moral sehingga pembaca mengerti moral yang baik dan tidak baik untuk dirinya.
  5. Fungsi Religiusitas, yaitu fungsi cerpen yang mengandung ajaran agama dan menjadi teladan bagi pembacanya.